Pembicaraan tentang pembaruan agraria semakin mencuat kembali di berbagai kalangan, terutama sejak majelis permusyawaratan rakyat (MPR) menentapkan MPR No. IX Tahun 2001 tebtabg "Pembaruan Agraria dan pengelolaan sumber daya alam" semenjak itu, berbagai kalangan semakin gencar mencari bahan-bahan untuk memahami pembaruan agraria yang juga sering disebut sebagai reforma agraria.
Transisi kekuasaan yang kini berlangsung sudah tentu membawa suatu implikasi yang luas
Pada saat reformasi 1998 harapan baru kembali tumbuh di kalangan petani tak bertahan dan petani gurem bahwa rezim reformasi akan melanjutkan atau mengulangi pelaksanaan reforma agraia yang telah menjadi turun temurun petani sejak kemerdekaan republik indonesia 1945
Sensus pertanian indonesia menyediakan banyak data empiris yang dibutuhkan untuk membuat perbandingan secara kuantitatif khusunya untuk pentingnya fenomena agraria
Buku ini menyampaikan refleksi persoalan atas perjalanan hidupnya dalam memperjuangkan agenda reforma agraria
Sensus pertanian indonesia menyediakan banyak data empiris yang dibutuhkan untuk membuat perbandingan secara kuantitatif, khusunya untuk melihat pentingnya fenomena agraria
Dalam suasana ketika rasionalisme jauh mengatasi moralisme, membicarakan masalah etika sebenarnya mengandung risiko dituduh sebagai sok moralis atau sok perfeksionis.
Buku ini membahas berbagai dimensi ketidakadilan agraia di era reformasi yang berlangsung di wilayah geografis yang beragam, mewujud dalam tampilan krisis yang berlainan, serta dialami secara berdeba-beda oleh berbagai kelompok sosial sesuai perbedaan gender,usia,etnik, dan kelas beserta saling-silang di antara kesemuanya.
Buku ini di terbitkan untuk memahami teori organisasi dan kepemimpinan, dimulai dari tantangan, pak wirandi untuk melihat kembali khazanah pengetahuan tertulisnya yang belum di terbitkan.
Reforma agraria kembali menjadi pembicaraan yang hangat di berbagai kalangan, terutama sejak majelis permusyawaratan rakyat menetapkan "ketetapan MPR No. IX tahun 2001 tentang "Pembaruan agraria dan pengelolaan sumber daya alam"
Sensus pertanian indonesia menyediakan banyak data empiris yang dibutuhkan untuk membuat perbandingan secara kuantitatif, khususnya untuk melihat pentingnya fenomena agraria.