Realitasnya tidak sulit menemukan bahwa upaya pembangunan yang dilakukan dengan tujuan pemberdayaan ternyata menyublim menjadi pemerdayaan.
Pembangunan nasional di negara baru berkembang merupakan suatu proses perubahan sosial bencana, karena meliputi berbagai dimensi untuk mengusahakan kemajuan dalam kesejahteraan ekonomi
Perdebatan mengenai konsep pembangunan terutama pada negara-negara dunia ketiga selalu menjadi wacana yang menarik karena masing-masing konsep pembangunan, implementasi dan dampaknya selalu menjadi bahan studi yang tidak pernah kering
Penduduk bumi perlu menjemput masa depan dengan cara pandang yang menjamin keadilan Sosial-Ekonomi-Ekologis, agar generasi mendatang memperoleh warisan yang lebih baik. Di tingkat global, perundingan demi perundingan antar negara boleh saja terjadi dan berdampak luas. Namun inisiatif lokal di basis komunitas dibutuhkan untuk "benchmark" yang dapat direplikasikan sesuai kondisi dan potensi.
Pada saat reformasi 1998 harapan baru kembali tumbuh di kalangan petani tak bertahan dan petani gurem bahwa rezim reformasi akan melanjutkan atau mengulangi pelaksanaan reforma agraia yang telah menjadi turun temurun petani sejak kemerdekaan republik indonesia 1945
Keluarga nelayan merupakan suatu golongan sosial rentan, yang kelangsungan hidupnya ditopang oleh kemampuan mengelola sumber daya perikanan dan laut di sekitarnya